Thursday, May 24, 2012

gadis yang sama, yang keluar dari masa lalu





gadis yang sama, yang keluar dari balik masa lalu
berjalan dalam lorong diam, menyembunyikan luka--yang ia sendiri tak mampu mencari alasan mengapa
lukanya tak kunjung melupa

bukankah waktu juga tak selalu memihak, batinnya
ia pergi saat kau tunggu, dan mengendap saat kau membencinya
gadis dengan luka yang sama, datang dari masa lalu, tersaruk menghitung rindu
ia tak sanggup berdiri dalam ceritanya sendiri

aku ingin jadi tokoh dalam cerita lain saja, pintanya pada malam
malam menatapnya dengan mata yang mengiba
tak sanggup melihat luka pada gadis dengan kaki yang terjebak dalam masa lalu itu

gadis itu berjalan lagi, masa lalu tak berhenti menyekap kakinya, menyeret dalam tiap langkahnya
luka, adalah kisah yang harus ia lalui meski pelan, meski lamat terus mengejarnya
luka itu menjelma mimpi buruk dalam tiap malam-malamnya

gadis yang sama, yang keluar dari masa lalu
maafkan, karena aku hanya dapat menaruh namamu dalam tiap doa malamku


I owe this picture from here


Sunday, April 22, 2012

bukankah hidup hanyalah sekumpulan diksi

hujan yang datang di akhir minggu
yang meminta larut dalam diksi-diksi pada puisi
bunyinya masih sama meski hampir setengah tahun tak satu pun larik tertuliskan
tidak tentang doa,
tidak pula tentang cinta

bukan, bukan karena cinta tak lagi membutuhkan doa
bukan pula karena cerita seolah tak lagi berima

mungkin sempat, ada cerita yang tertinggal dari orang-orang pergi, orang-orang yang tak pernah kembali
saat itu, hanya hujan yang selalu setia
ia menemani puisi di malam-malam yang hampir kehilangan arti
meski hanya untuk menjadi diri sendiri

seolah cerita yang tak habis-habis, hujan pun seperti itulah
merinai terus tak bosan-bosan
bukankah hidup juga hanyalah sekadar pengulangan
hari kita menjelma pagi, siang, lalu senja
dan, malam yang tak sempat kita rindukan, perlahan menjelma pagi lagi

seperti itulah tahun demi tahun
hujan kita pun menua, meski tak bosan memenuhi cerita dengan irama yang sama

kita mencintainya, bukan?
hujan yang setia. hujan yang selalu tak pernah lupa
meski diam-diam diksi kita dicuri
disimpan dalam cerita yang membingkainya pada tempat yang mula
tetapi, seperti hujan
kita tak akan pernah bosan untuk terus kembali


bukankah hidup [pula] hanyalah sekumpulan diksi?


Friday, October 28, 2011

ada yang menghilangkan jejak

Lalu, mereka kabur, tanpa sapa apalagi maaf
seperti  tikus curut yang tengah ketahuan mencoba mencuri
mencicit, kabur
menghapus, menghilangkan jejak
seolah tak terjadi apa-apa

ya sudahlah ya, kita maafkan saja
sambil  berdoa, semoga semua tukang aku-aku di luar sana mau menghargai proses kreatif orang lain


amiin. ^^




i owe the picture from here

Tuesday, October 18, 2011

Masih Bersama Si Tukang Aku-Aku

Tadinya, saya sudah mulai kangen nulis lagi di blog ini. Baru mau mulai nulis, eh nemu lagi si tukang aku-aku-yang-suka-modifikasi.

berawal dari postingannya di forum ini: Ngerumpi --yang merupakan sajak saya, yang ini--dengan kreativitas ala plagiatornya dimodifikasi deh sama dia. Lalu, saya telusuri blognya, dan OMG bertebaranlah sajak-sajak saya yang sudah dimodifikasi sama neng satu ini. Ini dia blognya: sekarlawu.

Ah, saya benar-benar mencintai proses menulis ini, merekam setiap kejadian yang saya lewati dengan kata. Bagi saya, sajak adalah anak-anak yang saya besarkan dengan hati-hati dan penuh kasih sayang. Jadi, jika dicomot begitu saja, saya tentu tak rela.

Kalian yang di luar sana, yang sedang membaca blog saya--entah itu menyukai tulisan saya atau tidak--ayo bantu perangi plagiator. Ayo, bangga dengan tulisan sendiri!

Ps. semangat menulis saya tetap ada kok, jadi saya akan tetap menulis. Caiyooo!

Friday, June 03, 2011

Saya Patah Hati: pada kamu tukang aku-aku!





Gara-gara postingan Mbak enno tentang orang2 di luar sana yang suka comot-comot tulisan orang seenaknya, isenglah saya searching tulisan sendiri.

hasilnya?

ini baru awalan, hiks.

ini copypaste banget. jozhienatalyafardyan.blogspot.com

ini diganti judulnya aja: emang apa salahnya dengan judul yang gw bikin heh? griinboys21guns

ini juga: inamisshunshine

ini digabung2in huwaaaa.... plinplannyagembul


kenapa sih? kenapa harus nulis dengan kata-kata dan karya orang lain? Emang segitu nggak pedenya dengan tulisan sendiri? Come on... tulisan kan dari hati yak, masa si harus plagiat. MALU TAUUUUK!

pencarian berlanjut, daftar plagiator tambah panjang.
Tuhan, saya benar-benar patah hati, pantas saja negeri ini susah sekali berubahnya, menghargai karya orang lain saja, sulit sekali.

daftar plagiator itu:
--demulkos
--ada yang posting sajak saya di kaskus dengan mengaku2 sajaknya dia :(: nukleus postingan#228
--di sini: sorepledge sajak-sajak saya bertebaran, dan dengan murah hati, ia mengganti judul2 sajak saya itu. huhuhuhuwaaa sorepledge2
--yang ini:  senyumbiru  ditambah foto dan kalimat terakhir "Tuhan dengar AKu"--mungkin dengan begitu dia pikir dia kreatif :(

aaah, saya bingung, apakah harus terharu karena artinya banyak yang suka dengan sajak-sajak saya, atau harus patah hati :(

sepertinya menulis di blog nggak akan sama lagi. saya benar-benar patah hati. :(

follow up:
setelah saya mendatangi dan mem beri komentar di blog-blog itu, baru satu yang memberi respons positif, yaitu robbysatria. Robby mengakui telah "terinspirasi" setelah membaca sajak saya dan khilaf dengan menuliskan tanpa mencantumkan sumber. Saya menghargainya. Saya menghormati keinginannya untuk meminta maaf. Toh, semua orang punya proses kreatif masing-masing bukan? Saya menghormati proses kreatif yang dilakukan Robby.

Ada pula, yang dengan arogan, tidak mengakui kesalahannya, bahkan menuding saya yang mengaku-aku karena sajaknya berbeda jauh. Apa mau dikata, silakan nilai sajak yang menurutnya beda jauh itu. Oh iya,dia juga menambahkan, "hanya sajak begitu saja, sudah ribut."--Hei, "hanya sajak begitu saja, kok kamu colong?"-- kasihan, dia tampaknya akan selalu jadi orang picik. Berikut saya sertakan screenshoot blog si tukang aku-aku-tapi-nggak-mau-ngaku!

ini sajak saya yang diaku-aku:




nah, ini sajak saya yang asli, (di sini) silakan Anda bandingkan, yang dia bilang beda jauh itu.

Ni dia, komentnya yang arogan, sangat picik, dan norak.



dan, inilah orangnya!

padahal, apa susahnya sih, mengakui dan meminta maaf? ah, semakin patah hati :"(

Thursday, February 10, 2011

[semoga] kali terakhir

ternyata, saya tidak bisa. berdiri di sana. menyemangati dan mendukung,seperti halnya teman yang baik. lagi-lagi, saya kalah. dan kali ini, mudah-mudahan untuk yang terakhir kalinya. ya, saya menyerah.

Thursday, January 27, 2011

yang tak berhenti



"kadang, sepertinya mimpi tak pernah mengerti keinginanmu
ia datang
dan menjelma luka
atau neraka

tapi, kau tak pernah bisa mengubah warnanya kan?
kita tak bisa mengaturnya agar segera menyempurna
karena itu hanya mimpi dan saat mimpi kau hanya bisa tidur dan mengikuti skenario yang ditulis alam bawah sadarmu

tidak banyak pilihan"

tuturmu--dengan emosi yang terlalu memburu


aku tak bisa berkata banyak [lagi] karena sekarang pun, kau dan skenario mimpimu, tak juga (ingin) berhenti

ah, tidak banyak pilihan, katamu

mungkin kau benar, mungkin juga salah
aku toh, tak bisa banyak bicara lagi
bukankah kau yang tak lagi mau berbagi mimpi?

I owe this picture from here
Related Posts with Thumbnails